masa depan kripto di indonesia

masa depan kripto di indonesia

Investasi cryptocurrency atau uang kripto sekarang makin disukai banyak kelompok di beberapa penjuru dunia, tidak kecuali Indonesia. Walau peningkatan tehnologi yang menampung asset kripto atau blockchain sudah jalan sepanjang beberapa puluh tahun, tetapi coin kripto pertama dunia baru dikenalkan pada 2009 yaitu bitcoin.

Sesudah lebih satu dasawarsa, sekarang ada beberapa ratus bahkan juga beberapa ribu tipe uang kripto. Meskipun tidak dapat disangkal daya tarik bitcoin masih tetap nomor satu. Ini kelihatan dari kapitalisasi pasar bitcoin sebesar US$591 miliar per 26 Juni 2021.

Jumlah ini bahkan juga jauh di atas ethereum, uang kripto dengan kapitalisasi pasar paling besar ke-2 yaitu sebesar US$208 miliar. Walaupun beragam negara masih 'belum yakin' dengan kedatangan uang kripto, kelihatannya daya tarik investasi uang tidak berbentuk fisik ini tidak terpungkiri.

Di Indonesia sendiri, Bank Indonesia telah memproyeksikan uang kripto tidak menjadi mata uang syah (legal tender) di Indonesia minimal sampai beberapa puluh tahun di depan.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Hukum BI Rosalia Suci Handayani tidak menolak ketertarikan warga di asset kripto. Tetapi, dia menyebutkan ada banyak persyaratan legal tender yang susah dipenuhi dengan asset kripto.

"Apa kripto atau virtual currency satu saat akan menjadi mata uang syah atau legal tender? Saya menyaksikan jika di Indonesia masihlah jauh sekali, bisa disebutkan berapakah puluh tahun di depan peluang masih kecil," terangnya, Kamis (17/6).

Tetapi, investasi uang kripto diperbolehkan di Indonesia dan masih menarik banyak ketertarikan investor. Bisa dibuktikan, jumlah investor asset kripto di Indonesia telah tembus 6,lima juta orang. Angka itu naik cepat dari catatan Kementerian Perdagangan di akhir 2020 yang sentuh empat juta orang.

Jumlah investor asset kripto menaklukkan jumlah investor di pasar modal. Data Kustodian Sentra Dampak Indonesia (KSEI), jumlah singgel investor identification (SID) pasar modal capai 5.088.093 investor pada April 2021.

"Kami menyaksikan perkembangan kripto tinggi sekali, jumlah pemain pada 2020 itu empat juta orang dan dalam bilangan bulan sampai Mei 2021 pemain di asset kripto telah tumbuh lebih dari 50 % jadi 6,lima juta," terang Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

Lutfi memproyeksikan 'demam' asset kripto tidak stop di sini saja. Dia menyebutkan asset kripto akan menjadi satu diantara sisi penting dari hilirisasi perubahan ekonomi digital yang tidak terhindar. Khususnya, saat tehnologi penunjang seperti konektivitas 5G, internet of things (IOT), cloud computing, dan Artificial Intelligent (AI) telah berperan optimal.

Ia memproyeksikan pada 2030 kedepan perdagangan ekonomi digital akan tumbuh cepat 8 kali lipat dari saat ini atau dari Rp632 triliun sekarang ini jadi Rp4.531 triliun pada 2030. Angka itu sejumlah 18 % dari keseluruhan PDB Nasional.

Oleh karenanya peranan perdagangan di hilirisasi ekonomi digital jadi penting dan perlu ditata karena jika tidak kita akan diuber-uber oleh suatu hal yang menjadi realita dunia, khususnya dunia digital ekonomi," paparnya.

Menyaksikan masa datang asset kripto yang mempunyai potensi tumbuh cepat, Lutfi memandang perlu untuk lembaga pemerintahan untuk mengatur transaksi bisnis asset kripto, dalam masalah ini wewenang ada di Tubuh Pemantauan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana menyebutkan semenjak 2018 lalu asset kripto telah dianggap sebagai komoditas berjangka yang berpotensi besar tumbuhkan start up berbasiskan kripto seperti basis jual-beli asset kripto dalam negeri.

Masalahnya jika kekuatan tidak sanggup dibendung pemerintahan, investor dalam negeri terancam cari basis di luar dan memacu arus modal keluar (outflow).

Indra menambah argumen yang lain Bappebti mengatur asset kripto adalah untuk memberi kejelasan usaha, membuat perlindungan warga, dan menahan penyimpangan perdagangan asset kripto sebagai fasilitas tindak pidana pencucian uang.

Salah satunya cara serius yang sudah dilakukan Bappebti dalam mengatur transaksi bisnis asset kripto di Indonesia adalah dengan selekasnya mengeluarkan bursa kripto. Bursa kripto RI akan jalan di akhir 2021 ini.

Disamping itu, ia menyarankan nanti pajak yang dikenai sama dengan investasi di bursa saham alias dikenai PPh final. Berkaitan nominal, Indra akui tidak dapat mengatakan karena belum disetujui.

Post a Comment

Previous Post Next Post