business model canvas

business model canvas

Business Model Canvas, Model Perencanaan Bisnis Paling Ampuh untuk Mencapai Goals Bisnis!

Sebuah usaha bisa jalan secara lancar dan capai pucuk kesuksesannya bila beberapa orang yang menjalankan usaha itu bisa bekerja secara sinergis. Jalinan antara beberapa pihak yang jalankan aktivitas usaha ini seperti rem motor dengan gasnya. Jika rem-nya blong, bisa berbuntut kecelakaan. Begitupun bila gas-nya hancur, dapat mencelakakan pengendaranya.

Usaha juga begitu. Dibalik satu usaha sukses, tentu ada beberapa pihak yang bekerja dan menggerakkan supaya aktivitas usaha terus berjalan mulus. Agar tidak macet, dibutuhkan ‘pelumas' berbentuk taktik, management, dan mode usaha yang memudahkan beberapa orang didalamnya agar bisa bekerja secara efisien dan sinergis di dalam meraih goals tertentu.

Salah satunya mode usaha yang belakangan ini kerap dipakai dan populer efisien menolong perolehan goals ialah mode usaha kanvas (Bahasa Inggris: Business Mode Canvas atau BMC.)

Pada intinya, BMC sebagai rangka kerja yang bermanfaat sebagai referensi dalam mendukung jalannya usaha di depan. Mode usaha ini menolong beberapa pebisnis untuk memetakkan beberapa ide usaha mereka supaya lebih rapi, terang, dan terancang.

Business Mode Canvas ini pertama kalinya diperkembangkan oleh Alexander Osterwalder dan sampai sekarang ini mempunyai 9 komponen yang bisa mendukung kelancaran usaha, yaitu nilai proposition, konsumen segment, kanals, konsumen relationship, revenue streams, key resource, key activities, key partnership, dan biaya structure.

Nilai Proposition ialah komponen yang pertama kalinya kita tetapkan. Simpelnya, nilai proposition ini sebagai harga jual produk/jasa yang membuat customer semakin lebih pilih produk/jasa bikinan kita dibanding produk/jasa sama yang dibikin perusahaan lain. Karena itu, kita harus pastikan: Apa produk/jasa yang kita mengeluarkan benar-benar jadi jalan keluar atas persoalan warga?

Nilai Propositions terkait langsung dengan konsumen segments. Sesudah jadikan produk/jasa kita sebagai jalan keluar atas permasalahan yang ditemui warga, seterusnya kita tentukan watak warga apakah yang pas menjadi sasaran marketing produk/jasa punya kita. Segmentasi sasaran marketing bisa ditetapkan berdasar umur, gender, budaya, hoby, atau tingkat konsumsinya.

Usai tentukan sasaran pasar, hal selanjutnya yang perlu dicari tahu ialah langkah untuk melobi (dekati) customer. Misalkan, kita jual produk kecantikan dan sasaran pasarnya meliputi wanita umur 18-25 tahun. Karena itu, langkah paling mudah untuk mencapai calon customer kita dengan lakukan promo melalui kanal-channel kecantikan yang peluang kerap didatangi wanita tingkatan umur 18-25 tahun.

Di bagian konsumen relationship, sempat diulas berkenaan kanal. Mungkin rekan-rekan pembaca bertanya: Apakah itu kanal?

Kanal sebagai tempat ‘pertemuan' produk kita dengan customer. Untuk memungkinkan berlangsungnya ‘pertemuan' di antara customer lewat produk punya kita, karena itu penting untuk tentukan tempat yang mana terbaik untuk memasangkan iklan produk kita.

Key activities ialah perincian gagasan kegiatan usaha yang digerakkan sehari-harinya agar capai nilai propositions. Key activities meliputi jawaban akan pertanyaan misalnya:

Kegiatan usaha apakah yang bisa diaplikasikan untuk memberikan kepuasan customer?

Bagaimanakah cara dan jalur distribusi produk?

Apa harus mengaryakan tenaga pakar untuk jalankan aktivitas perusahaan?

Resource maknanya sumber daya. Tetapi, tidak boleh salah pengertian dahulu. Sumber daya yang diartikan tidak hanya meliputi tenaga kerja dan pakar yang tepat. Resource di sini termasuk juga beberapa aset benda mati yang dibutuhkan untuk memulai usaha seperti netbook, kantor, listrik, dan lain-lain.

Agar capai nilai propositions bisa lebih cepat, kita perlu mitra yang dapat dan ingin dibawa bekerja bersama untuk capai arah masing-masing.

Misalkan, kita mempunyai usaha salon rambut. Nach, kita bisa ajukan partnership ke vendor yang siap membagikan beberapa produk perawatan rambut berkualitas bagus.

Sebagai deskripsi pola keuangan yang nanti dipakai untuk mengongkosi aktivitas operasional usaha kita, seperti prediksi besaran upah tenaga kerja dan prediksi ongkos produksi dan distribusi produk.

Gampangnya, revenue streams ini ialah deskripsi saluran penghasilan dari usaha yang digerakkan. Dari sanalah bisa dijumpai prediksi besaran penghasilan yang telah dikurangkan dengan beragam ongkos pengeluaran.

Ke-9 komponen yang sudah disebut sebelumnya, nanti akan membuat sebuah jalinan bolak-balik yang sama-sama mempengaruhi keduanya hingga secara kolaborasi.


Post a Comment

Previous Post Next Post