Kisah Kelam Dibalik GPS

Kisah Kelam Dibalik GPS


Kisah Kelam Dibalik GPS - Seberapa sering kamu pakai GPS? Tau nggak sih GPS yang kamu gunakan ketika memesan layanan ojek online melihat mana jalan yang paling cepat ke sekolah dan tempat kerja atau mencari lokasi di peta digital, awalnya merupakan teknologi militer yang sangat rahasia 

Dan, ternyata kalau kemudahan kita untuk menggunakan GPS pada hari ini tidak lepas dari “pengorbanan” 269 nyawa awak dan penumpang pesawat Korean Air Lines yang ditembak jatuh di atas Laut Jepang Apa sih sebenarnya GPS itu? Dan kenapa hilangnya nyawa ratusan penumpang pesawat yang ditembak jatuh bisa membuat kita, bebas mengakses teknologi rahasia militer ini, pada masa sekarang? 

Apa Itu GPS?

GPS merupakan singkatan dari Global Positioning System Ketika kamu memesan makanan yang diantar oleh layanan ojek online kamu pasti akan menunjuk lokasimu di peta, agar si abang ojeknya tidak tersesat Smartphone kecil ditangan kamu tengah berkomunikasi dengan sedikitnya empat satelit GPS dengan salah satu metode trigonometri yaitu trilaterasi, untuk mengukur jarak di dalam prisma segitiga yang terbentuk antara kamu dengan keempat satelit GPS yang mengorbit puluhan ribu kilometer diatas Bumi 

Dan jika kamu menggunakan GPS untuk memandu jalanmu ketika bepergian maka chip penerima sinyal GPS di smartphone kamu juga akan menganalisis fenomena doppler shift yaitu perbedaan sinyal yang diterima dari keempat satelit GPS yang terus bergerak di langit dengan posisimu yang bergerak di Bumi untuk menentukan posisimu secara akurat 

GPS Sebagai Teknologi Rahasia Militer

GPS bermula pada era Perang Dingin di tahun 1960-an ketika Amerika berpikir gimana caranya mereka bisa berperang dengan Uni Soviet yang wilayahnya dekat dengan Kutub Utara Masalahnya penunjuk arah masih bertumpu pada kompas magnetis untuk menentukan pergerakan pasukan 

Dan kalau sudah mendekat ke arah Kutub magnetis Bumi kompas magnetis tidak bisa diandalkan untuk menentukan arah angin Tentunya, jika terjadi peperangan di wilayah kutub Pasukannya akan bingung kemana mereka harus bergerak Nggak lucu kan kalau tiba-tiba mereka malah nyasar ke sarang beruang kutub?? Permasalahan inilah yang memacu Amerika untuk membuat sistem navigasi baru berbasis satelit pada tahun 1973, yang dinamai sebagai Navstar 

Dan kerennya karena berbasis satelit Navstar bisa digunakan dimanapun termasuk di area kutub tanpa harus khawatir sistem navigasinya terganggu oleh kutub magnetis Bumi Namun pada saat itu penggunaan Navstar hanya dibatasi pada militer dan pertahanan saja 

Insiden Korean Airlines Flight 007 Awal 

Kerahasiaan Navstar ini, tidak bertahan lama Semuanya berubah pada 1 September 1983 ketika sebuah pesawat Boeing 747 milik Korean Airlines nomor penerbangan KAL 007 terbang dari New York menuju Seoul dengan transit di Anchorage, Alaska Sebuah kesalahan fatal terjadi ketika KAL 007 lepas landas setelah transit di Alaska 

Menurut laporan investigasi yang dirilis oleh badan keselamatan transportasi nasional (NTSB) dan organisasi penerbangan sipil sipil internasional (ICAO) pilot KAL 007 dicurigai terlambat mengganti mode navigasi autopilot pesawatnya Tanpa disadari oleh pilotnya rah terbang KAL 007 bergeser menjauh dari jalur yang ditetapkan 

dan tak sengaja masuk ke ruang udara Uni Soviet Padahal, waktu itu Amerika dan Uni Soviet sedang berada dalam puncak Perang Dingin dengan ketegangan politik dan militer yang sangat tinggi 

Insiden Korean Airlines Flight 007 Akhir

Uni Soviet lalu mengirim pesawat tempur dari Pulau Sakhalin untuk mengidentifikasi pesawat yang dianggap misterius ini Namun karena kegelapan malam pilot soviet sulit untuk mengidentifikasi KAL 007 

Karena pesawat yang misterius ini hampir meninggalkan ruang udara soviet, maka pilot tempur soviet diperintahkan untuk segera menembak jatuh pesawat tersebut Dua rudal pun diluncurkan dari pesawat tempur Sukhoi Su-15 yang meledak dan merusak badan serta ekor KAL 007 

Pada pukul 3 lewat 26 dini hari Korean Airlines 007 kehilangan kontrol dan jatuh menghantam Laut Jepang menewaskan 23 orang awak dan 246 orang penumpang pesawatnya 

Krisis Politik Dan Pembebasan akses GPS Untuk Tujuan Mulia

kasus penembakan Korean Airlines 007 ini seketika menjadi krisis internasional Amerika Serikat menyalahkan Uni Soviet atas meninggalnya 62 warga negara Amerika termasuk seorang anggota kongres Amerika yang menjadi penumpang KAL 007 

Setelah hasil investigasi awal menyatakan jika KAL 007 mengalami kesalahan navigasi pada tanggal 16 September 1983 Presiden Ronald Reagan mengumumkan jika pemerintah Amerika akan membuka akses navigasi berbasis satelit kepada sektor publik dan komersial, agar insiden seperti KAL 007 tidak terulang Sistem satelit Navstar pun berubah nama menjadi Global Positioning Satellite atau GPS 

Dibalik Manfaatnya GPS Ternyata Menjadi Pisau Bermata Ganda

Keterbukaan akses navigasi berbasis satelit inilah yang mempermudah aktivitas kita pada hari ini Namun siapa sangka terlepas dari manfaat yang diberikan oleh GPS sebenarnya GPS juga menyimpan sisi yang lain Mayoritas aplikasi-aplikasi yang menggunakan GPS baik itu aplikasi swasta maupun aplikasi layanan publik milik negara 

sebenarnya dengan sengaja menyimpan data lokasi dan pergerakan penggunanya Masalahnya data-data lokasi dan pergerakan penggunanya bisa bocor ketika perusahaan atau lembaga pemerintahan pemilik aplikasinya mengalami serangan siber 

Dan datanya bisa digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan kriminal atau hal lain yang melanggar privasi pengguna aplikasinya Selain itu hingga hari ini navigasi berbasis satelit juga digunakan untuk menuntun serangan drone tanpa awak hingga rudal jelajah yang bisa diluncurkan dari jarak ribuan kilometer dan menghantam sasarannya 

secara otomatis, melalui panduan GPS Sejak senjata-senjata berpemandu GPS dipergunakan secara luas pada Perang Teluk Pertama senjata-senjata ini telah memakan banyak korban jiwa GPS masih menjadi salah satu pilar revolusi teknologi Semakin banyak orang yang menggunakan layanan navigasi berbasis satelit dan semakin banyak yang merasakan manfaatnya. 

Namun perlu diperhatikan jika GPS tidak digunakan secara bertanggung jawab atau rekaman data GPS tidak diamankan dengan baik oleh sang penyedia layanan GPS dapat menjadi bom waktu bagi para penggunanya. 

1 Comments

Post a Comment

Previous Post Next Post