Kenapa Kembang Api Berwarna Warni

Kenapa Kembang Api Berwarna Warni


Kenapa Kembang Api Berwarna Warni - Tiap ada perayaan besar, kembang api sering menjadi poin yang tidak terlewatkan untuk menambahkan kesemarakan. Keelokan warna-warninya pasti memberi selingan tertentu untuk yang melihatnya. Tetapi, apa Anda pernah menanyakan darimanakah asal beragam warna itu?

Berdasar keterangan dari American Chemical Society (ACA), ada sebuah aerial shell dalam tiap kembang api. Aerial shell sebagai tabung yang berisi bubuk mesiu dan lusinan unit kecil yang disebutkan "stars"—dengan diameter memiliki ukuran 3-4 cm.

"Stars" mempunyai bahan bakar, zat pengoksidasi, bahan pengikat, dan garam logam atau oksida logam, yang disebut sumber dari beberapa warna kembang api.

Sesaat sesudah sumbu dibakar, bubuk mesiu akan terbakar dan ledakkan aerial shell saat kembang api ada di udara. Dalam prosesnya, stars akan turut meletus jauh dari tanah dan menyebar, hasilkan pancuran sinar dan warna.

Sesudah terserang api, bahan bakar dan zat pengoksidasi dari stars hasilkan panas secara cepat hingga aktifkan logam yang memiliki kandungan bahan warna.

Pada kondisi panas, atom-atom dari senyawa logam itu mempernyerap energi yang mengakibatkan elektron-elektron membuat kembali jenjang energi mereka, dari yang terendah sampai ke semakin tinggi. Karena elektron kembali lagi ke tingkat energi yang lebih rendah, energi yang masih ada akan terpancar sebagai sinar.

Tiap komponen berbahan kimia keluarkan jumlah energi berbeda. Energi berikut yang tentukan warna atau panjang gelombang sinar yang terpancar.

Sebagai contoh, saat natrium nitrat dipanaskan, elektron dalam atom natrium mempernyerap energi dan ke arah tingkat semakin tinggi. Menurut Bassam Z Shakhashiri, profesor di bagian Kimia di Kampus Wisconsin-Madison, saat elektron datang dari tingkat semakin tinggi, mereka melepas energi, sekitaran 200 kilojoule per unit atau energi dari sinar kuning.

ACA menerangkan, untuk pembikinan warna biru, memerlukan senyawa tembaga klorida dalam jumlah yang lain. Warna merah datang dari garam strontium dan garam lithium. Dan warna merah yang paling jelas datang dari karbonat strontium.

Seperti cat, beberapa warna ke-2 dibikin dengan menyatukan beberapa bahan dari beberapa warna khusus yang berkaitan. Kombinasi dari senyawa tembaga untuk membikin warna biru dan senyawa strontium untuk membikin warna merah akan hasilkan sinar warna ungu.

Tipe kembang api memengaruhi kualitas dan harga

Sama dengan pengakuan di atas, John Conkling, seorang pakar kimia dan kembang api di Washington College, Maryland, menjelaskan jika beragam warna ledakan kembang api datang dari kombinasi senyawa logam memiliki ukuran kecil yang ditempatkan dalam serbuk kembang api.

Nanti, senyawa logam itu akan dibuat bola kecil-kecil seukur kedelai (sampai kelereng) dan ditempatkan secara terpisah dari serbuk peledak kembang api. Bila kembang api yang Anda membeli berupa roket, beberapa butiran senyawa logam itu berada pada bagian bawah moncong roket.

Saat kembang api dihidupkan, serbuk peledak akan menerbangkan kembang api itu ke angkasa. Ketika yang serupa, api dari sumbu terus akan terbakar sampai menyebar ke sisi atas tempat campuran-campuran senyawa logam barusan di taruh. Dan saat itu akan ada ledakan yang pancarkan api beragam warna ke seluruh penjuru.

"Kembang api telah ada semenjak beberapa ratus tahun kemarin. Sepanjang beratus-ratus tahun, beberapa pakar kimia piroteknik telah meningkatkan gabungan beberapa bahan kimia yang bukan hanya hasilkan penampilan visual mengagumkan berbentuk dan warna, tapi juga konstan dan bisa dipakai dengan aman," ungkapkan John Conkling.

Menariknya, tipe warna kembang api memengaruhi kualitas dan harga. Andy Bruning, blogger pakar kimia, menjelaskan jika beberapa senyawa logam pemroduksi warna susah dibuat, hingga harga semakin lebih mahal dari lainnya. Misalkan, senyawa logam pemroduksi warna biru dan ungu.

"Karena pembikinannya susah, kembang api yang baik umumnya dapat disaksikan dari berapa banyak warna biru yang dibuat. Warna ungu juga begitu, karena untuk membuat warna ungu diperlukan kombinasi senyawa pemroduksi warna biru dan merah," tutur Andy, seperti dikutip dari situs DailyMail.

Post a Comment

Previous Post Next Post